Persepam Madura United maupun Perseru merupakan tim yang sama sama pendatang baru di Indonesia Super league (ISL). Hanya saja persepam satu tahun lebih awal naik kasta ke ISL. Persepam masuk ISL pada tahun 2012 setelah mengalahkan PSIM. Baru satu tahun kemudian tim kebanggaan warga serui ikut melenggang berkompetisi dengan klub klub ISL.
Pada akhir musim kompetisi kedua tim ini (P-MU - Perseru) bersaing sengit. Ibarat pemain tinju, kedua tim ini sudah mulai saling pukul untuk saling menjatuhkan. Ketika P-MU masih memiliki peluang lebih besar, Perseru mengancam akan melaporkan persepam karena diduga saat bertanding melawan Perserui, Persepam menurunkan Deigo frietes yang terkena akumulasi kartu. Akan tetapi persepam menanggapinya dengan santai dan kalem, karena menurut menajemen persepam berdasarkan laporan dari panitia pertandingan, Diego tidak terkena akumulasi kartu seperti yang dituduhkan.
Pertandingan terakhir merupakan pertandingan yang sangat menentukan. Hasil pertandingan dari persepam yang saat itu meladeni Persipura, dan Perseru yang saat itu dijamu ole Persela Lamongan saling mempengaruhi satu sama lain. Sebenarnya persepam berada dalam posisi yang lebih diuntungkan, karena pada saat itu persepam hanya membutuhkan hasil seri saja, sementara perserui meski mampu menang peluangnya masih bergantung pada pertandingan Persepam melawan Persipura. Meski memiliki kans yang lebih besar,akan tetapi hasil pertandingan sepertinya lebih memihak pada perserui. Perserui sudah mendapatkan angin segar sejak babak pertama dimana perserui sudah mampu mengalahkan Persela dengan skor 1-3.
Ibarat sebuah drama sebenarnya P-MU tetap memiliki kans hingga menit 90, dimana P-MU mampu menahan Persipura dengan skor imabang 1-1. Akan tetapi apalah daya petaka terjadi di menit 91, P-MU ditikam oleh saudaranya Perserui, yaitu Persipura. Yang akhirnya P-MU harus menelan kekalahan dengan skor 1-2. Manajemen tim asal madura ini pun harus rela dengan dengan terdegradasinya tim kebaggaan K-conk mania ini.
Drama tidak berakhir di sini. Perseru yang awalnya mengancam akan menggugat ke PT. Liga Indonesia, kini tidak enggan melayangkan gugatan tersebut, karena perserui merasa lolos dari degradasi. Hal yang terjadi justru justru sebaliknya, kini gugatan bakal dilakukan olen P-MU, kabar terakhir menyebutkan bahwa manajemen Tim pulau garam ini mengklaim bahwa timnya masih berpeluang untuk berkompetisi di ISL musim mendatang.Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena manajemen P-MU sudah menemukan indikasi bahwa Perseru telah melakukan pelanggaran terhadapa regulasi ISL.
Dugaan pelanggara ini terkait dengan pemain asing yang dimiliki oleh perseru serui, dimana salah satu pemain asing mereka teringdikasi tidak memiliki ITC , sebagaimana diatur dalam regulasi Liga Indonesia pasal 32 j) iii. Pemain asing yang diduga tidak memiliki ijin resmi tersebut adalah Sunday Austin Oboh. Pemain asal Negeria ini diketahui beberapa kali dimainkan.
Indikasi pelanggaran tersebut bukan isapan jempol belaka, apa lagi dalam membuktikan pelanggaran ini manejmen P-MU didukung oleh mantan pelatih Persiru. Dengan adanya indikasi ini sepertinya mengembalikan asa warga madura untuk melihat timnya berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia.
Kini manajemen P-MU telah mengirimkan surat gugatan ke PT. Liga Indonesia, bagaimanakah akhir dari sebuah drama ini? P-MU atau Perserukah yang terdegradasi???, kita tunggu saja!!


0 comments:
Post a Comment